Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2019

PMII Komisariat STKIP Tamsis Bima ajak mahasiswa dan masyarakat tidak membuat haoks terhadap netralitas KPU

Gambar
              Foto pengurus komisariat Pergerakan Mahasiswa lslam lndonesia (PMII) Komisariat Sultan Muhammad Salahuddin STKIP Taman Siswa Bima mengajak kepada seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat agar memberikan kepercayaan penuh terhadap netralitas KPU dan Bawaslu. Kami juga memberikan apresiasi serta suporrt kepada seluruh jajaran penyelenggara pemilu agar terus berupaya memaksimalkan tugas-tugasnya sampai akhir pemilu selesai. Ujar ketua komisariat. 23/04/19. Selain itu, kami juga mengajak seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat khususnya daerah kota dan kabupaten  Bima, agar tidak ikut serta dalam menyebarkan berita bohong (hoaks) yang kini marak di media sosial. Karena penyebaran hoaks bisa memberikan dampak negatif. Dan juga kami mengimbau kepada semua mahasiswa sebagai agen of control agar bisa memilah informasi dan ikut andil dalam mengontrol suasana yang tidak kondusif serta menjadi bagian dari problem solving dalam menjaga...

Informasi dan Komunikasi pusat kestabilan psikologis Bangsa dan Agama

Gambar
                         Foto Penulis Di tengah perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin pesat, informasi dan komunikasi menjadi treanding topik di berbagai ranah kehidupan sosial masyarakat. Informasi dan komunikasi merupakan dua hal yang tidak bisa di pisahkan dari narasi kehidupan sosial masyarakat, karena dua hal ini sangat urgen dalam menjaga kestabilan psikologis kehidupan berbangsa dan beragama. Apalagi di Era digital adalah kebangkitan adam milenial dengan  kehidupan selalu di bumbui dengan cita rasa informasi dan komunikasi dari pelbagai media, baik info pendidikan, budaya, politik dan agama dll. Info - info ini selalu mewarnai dan menyita perhatian publik dengan reaksi secara masif dan massal. Apalagi di tahun 2019 kita memasukin pesta Demokrasi 5 tahun sekali dengan pemilihan serentak DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Propinsi, DPR-RI, DPD dan CAPRES dan CAWAPRES. Tentunya informa...

Kiri Komunis, Kanan Khilafah

Gambar
Arsip sejarah negara besar ini menyimpan catatan berdarah: Pemberontakan G-30-S/PKI. Tiga kali bikin ulah, puncaknya 1965 PKI menghilangkan nyawa 7 Jenderal hanya kurang dari satu malam. Soal politik, PKI tidak peduli utk menempuh segala cara yang inkonstitusional, menebar teror dan fitnah kepada sesama anak bangsa, nir-tatakrama, doyan mengolok-olok para petinggi negara yang tak sejalan dengan mereka. Utk menyegarkan ingatan saja, PKI meski pentolannya semacam Aidit cs sempat melarikan diri ke Peking sejak 1948, tetapi mereka mampu mengendalikan massa militan dari jarak jauh. Ikut Pemilu 1955 malah langsung masuk 3 besar. Siapa musuh mereka di era demokrasi terpimpin? Hanya dua: Angkatan Darat dan Pesantren! Mereka menghembuskan isu kudeta dan revolusi dewan jenderal? Bahwa AD akan merebut tampuk kepemimpinan negara dari Soekarno. Siapa yang kemudian membenarkan fitnah itu? Sah! PKI sendiri. -000- Pemilu tahun 2019, hampir semua alat negara sepakat bahwa alarm bahaya telah...