Ketua Komisariat, Jangan Mudah terprovokasi dengan People Power
Sebagai Organisasi kemahasiswaan kami menilai gerakan people power dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, gerakan people power merupakan gerakan yang mempunyai niat terselubung untuk memanfaatkan massa demi kepentingan tertentu.
“Setelah kami melakukan agenda internal dan dapat menyimpulkan bahwa isu people power ini merupakan rancangan mereka dapat memecahkan kerukunan persatuan dan kedamaian antara umat beragama. Dan kami tidak mau kerukunan kami terpecah belah, apalagi di wilayah Kota dan Kabupaten Bima wabil khusus NTB.
Saya selaku ketua komisariat menhimbau kepada para elit politik dan masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu tersebut apalagi mengatasnamakan agama.
Ia pun mengajak masyarakat terutama umat Islam untuk tetap membangun kemaslahatan, baik kemaslahatan umat, kemaslahatan bangsa dan kemaslahatan umat beragama. Apalagi momentum ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
“Mari kita memanfaatkan puasa Ramadan kita dengan sebaik baiknya, tebarkan kebaikan, agar mendapat keberkahan dari Allah SWT,” terang dia.
Kami juga mengimbau kepada tokoh penggerak politik dan lintas agama agar dapat memberikan masukan yang positif terhadap kepada jamaahnya untuk tidak terprovokasi dengan isu people power tersebut.
Ia juga berharap agar masyarakat tidak menghadiri demonstrasi di Jakarta yang bertepatan dengan penetapan Presiden dan Wakil Presiden terpilih oleh KPU RI 22 Mei.
“Siapapun nanti terpilih akan menjadi Presiden RI kita selama 5 Tahun. Kemudian mari kita mendukung pembangunan ke depan,” ungkapnya
Pada sisilain Kami juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara yang telah menyukseskan pesta demokrasi 2019. Mereka bersyukur karena pemilu dapat berjalan dengan aman dan damai.
Selain itu, kami selaku pengurus komisariat juga menyatakan belasungkawa terhadap petugas yang gugur selama proses penyelenggara pemilu 2019.
M. Andang
Jurnalis Komisariat

Komentar
Posting Komentar