SEJARAH ISLAM PMII
MAKALAH
History Of Islam Sebagai
World View ; “Konstribusi
Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan”
Disusun untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti PKD
Disusun
Oleh : SYARIFUDIN
CABANG BIMA
PELATIHAN KADER DASAR
(PKD) SE-PULAU SUMBAWA
PERGERAKAN MAHASISWA
ISLAM INDONESIA (PMII)
CABANG BIMA TAHUN 2017
KATA PENGANTAR
Asslamu’alaikum War. Wab.
Tiada kata yang pantas diucapkan selain kata syukur kita
sampaikan atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, Hidayah dan
inayah-Nya kepada kita semua
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dan semoga apa yang menjadi isi
makalah bermanfaat untuk diri pribadi penulis dan seluruh kader PMII, lebih-lebih
masyarakat luas.
Makalah ini telah saya susun dengan
semaksimal mungkin dan demi terlancarnya
pembuatan makalah ini, Untuk itu saya menyampaika banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah berkonstribusi dalam upaya membantu saya dalam
pembuatanya.
Terlepas dari semua itu, Tentu dalam
penyusunan makalah ini saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan
tangan terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari pihak pembaca agar
supaya dapat memperbaiki makalah yang
akan datang.
Akhir kata, saya berharap semoga makalah yang saya
sampaikan bermanfaat untuk penulis dan masyarakat luas.
Wallahul muwwafieq ilaa akhwamit thariq
wassalamu’alaikum War. wab
Bima, 16 Januari 2017
Penyusun
DAFTAR
ISI
SAMPUL.......................................................................................................
KATA
PENGANTAR...................................................................................
DAFTAR
ISI.................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Blakang.....................................................................................
B.
Rumusan
Masalah..............................................................................
C.
Tujuan
penulisan..................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Ilmu pengetahuan dalam pandangan
islam.........................................
B.
Sejarah perkembangan ilmu
pengetahuan dalam islam......................
C.
Pemikiran dan tehknologi temuan para
tokoh islam...........................
BAB III PENUTUP
A.
KESIMPULAN..................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG.
Awal
kedatangan islam dimuka bumi ini dimulai dari Nabi Adam AS dan disempurnahkan
oleh Nabi Muhammad SAW.Sehingga Islam bisa dikenal sampai saat ini dikalangan
masyarakat.Dengan hadirnya islam di ruang lingkup masyarakat mampu membawa
perubahan bagi manusia sehingga Islam menjadi pandangan hidup.Islam muncul
di Semenanjung Arab pada abad 7 M dan Islam berkembang ke Samudra Atlantik di
Barat dan Asia Tengah di Timur.
Sejarah
perjuangan Islam dalam pentas peradaban
dunia berlangsung sangat lama sekitar 13 abad, yaitu sejak masa kepemimpinan
Rasullullah SAW di Madinah (622-632 M), masa Khulafaur Rasyidin (632-661 M),masa
daulah Bani Umayah (661-750 M), dan masa Daulan Bani Abbasiyah (750-1258 M),
sampai tumbangnya masa kekhalifahan Turki Utsmani pada tanggal 28 Rajab Tahun
1342 H atau bertepatan dengan Tanggal 3 Maret 1924 M, dimana masa kejayaan dan
puncak keemasan banyak melahirkan Ilmuan Muslim yang telah menorehkan kariya
luar biasa dan bermanfaat bagi umat yang terjadi selama kurang lebih 700 Tahun,
dimulai dari abad 6 M sampai dengan abad 12 M. Pada masa tersebut kendali
peradaban dunia berada pada tangan umat islam.
Pada
saat berjayanya peradaban islam semangat pencarian ilmu sangat kental dalam
kehidupan sehari-hari. Semangat pencarian ilmu yang berkembang menjadi tradisi
intelektual secara histori dimulai dari pemahaman terhadap al-Quran yang
diwahyukan kepada nabi muhammad SAW. Yang kemudian di pahami ditafsirkan dan
dikembangkan oleh para sahabat, tabiin, tabi’tabiin, dan para ulama yang datang
kemudian dengan merujuk pada Sunnah Nabi
Muhammad SAW.
Untuk itu penulis akan menelaah hal-hal yang berkaitan erat dengan
kejadian yang dihadapi oleh manusia dalam berkehidupan beragama (Islam) yang
hidup sesuai dengan ajaran Al Qur’an. Makalah ini akan menunjukkan bagaimana History
of islam sebagai world view ; “konstribusi
islam terhadap ilmu pengetahuan” yang menyikapi berbagai kejadian dan
situasi yang dihadapinya.
B.
RUMUSAN
MASALAH.
1. Bagaimanakah
ilmu pengetahuan dalam pandangan islam?
2. Bagaimanakah
Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dalam islam?
3. Bagaimanakah
Pemikiran dan tehknologi temuan para tokoh islam ?
C.
TUJUAN
PENULISAN.
1. Ingin
mengetahui ilmu pengetahuan dalam pandangan islam.
2. Ingin
mengetahui sejarah perkembngan ilmu pengetahuan dalam Islam.
3. Ingin
mengetahui pemikiran dan tehknologi temuan
para tokoh Islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A
ILMU
PENGETAHUAN DALAM PANDANGAN ISLAM
Ilmu pengetahuan dalam Islam
memiliki karakteristik khas yang
berbeda secara fundamental
dengan ilmu-ilmu yang
dikembangkan di Barat,
baik landasan, sumber,
sarana, dan metodologinya. Dalam Islam,
ilmu pengetahuan memiliki landasan yang kokoh melalui
al-Qur’ān dan Sunnah.Bersumber dari alam fisik dan alam metafisik melalui
indra, akal, dan hati (intuitif).Cakupan ilmunya
sangat luas, tidak
hanya menyangkut
persoalan-persoalan duniawi, namun
juga terkait dengan permasalahan
ukhawi.
1. Konsep
Ilmu Pengetahuan dalam Islam
a. Landasan
Ilmu Pengetahuan
Kata ilmu
berasal dari bahasa
Arab ‘Ilm (alima-ya’lamu-‘ilm),
yang berarti
pengetahuan (al-ma’rifah). Dari asal kata ‘Ilm ini selanjutnya
di Indonesia menjadi ‘ilmu’ atau ‘ilmu pengetahuan. Dalam perspektif
Islam ilmu merupakan pengetahuan mendalam hasil usaha yang sungguh-sungguh (ijtihad)
dari para ilmuwan muslim (ulama/mujtahid) atas persoalan-persoalan duniawi
dan ukhrawi dengan bersumber
kepada wahyu Allah. Al-Qur’an dan
al-Hadistberfungsi sebagai
petunjuk (hudan) bagi
umat manusia. Al-Qur’anmemberikan perhatian yang sangat
istimewa terhadap aktivitas ilmiah. Terbukti,
ayat yang pertama
kali turun berbunyi , “Bacalah,
dengan menyebut nama Tuhanmu
yang telah menciptakan”.1
Dalam
al-Qur’an juga banyak
disebut ayat-ayat yang
secara
langsung yang mengarah pada
aktivitas ilmiah dan pengembangan ilmu,
seperti perintah untuk
berpikir, merenung, menalar, dan
3Al-Qur’an surat al-‘Alaq : 96 : 1.
semacamnya. Salah satunya adalah ”Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk
melata di sisi
Allah adalah mereka (manusia) yang tuli dan bisu, yang tidak menggunakan
akalnya”.2 Tentang posisi ilmuwan, al-Qur’an menyebutkan: “Allah akan meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu
beberapa derajat”.3 Dalam
Hadits Nabi menyebutkan keutamaan menuntut
ilmu, dan etika
dalam menuntut ilmu.“Menuntut ilmu
merupakan kewajiban setiap
muslim dan muslimah”
(HR. BukhariMuslim).4“Barang siapa
keluar rumah dalam
rangka menuntut ilmu, malaikat akan melindungi dengan kedua
sayapnya”
(HR.).5 “Barang siapa
keluar rumah dalam
rangka menuntut ilmu,
maka ia selalu dalam jalan Allah
sampai ia kembali” (HR. Muslim).6 “Barang siapa menuntut ilmu
untuk tujuan menjaga
jarak dari orang-orang bodoh, atau untuk tujuan
menyombongkan diri dari para ilmuwan, atau agar
dihargai oleh manusia,
maka Allah akan
memasukkan orang tersebut ke
dalam neraka” (HR. Turmudzi).7
Dampak
yang lebih serius, perkembangan ilmu
menjadi sekuler terpisah
dari agama yang
pada akhirnya menimbulkan
problema teologis yang sangat krusial. Banyak ilmuwan Barat yang
merasa tidak perlu
lagi menyinggung atau
melibatkan Tuhan dalam argumentasi
ilmiah mereka. Bagi mereka
Tuhan telah berhenti menjadi
apapun, termasuk menjadi
pencipta dan pemelihara alam semesta.
2 Al-Qur’ān surat al-Anfāl : 8: 22.
3 Al-Qur’ān surat al-Mujādalah : 58:
11.
4 Azyumardi Azra,
Pendidikan Islam; Tradisi
dan Modernisasi Menuju
Millenium
Baru, (Jakarta: Logos, 1999), hlm.
13.
5
Sayid ‘Alawī
ibn ‘Abbās al-Mālikī,
Fath al- Qarīb
al-Mujīb ‘ala Tahdzīb
alTarghīb wa al-Tarhīb, (Mekah; t.p, t.t), hlm. 40.
6 Abī Zakariā Yahyā ibn Syarf
al-Nawāwī, Riyād al- Shālihīn,
(Kairo; al-Maktabah
al-Salafīyah, 2001), hlm. 710.
7Al-Mālikī, Fath al-Qarīb, hlm. 42.
b.
Sumber, Sarana, dan Metode Ilmu
Pengetahuan
Berbicara tentang sumber, sarana,
dan metode ilmu pengetahuan dalam
Filsafat Ilmu dikenaldengan
epistemologi. Epistemologi Islam menjawab bahwa
pengetahuan ilmiah adalah segala sesuatu yang bersumber dari alam fisik dan
non-fisik. Menjadi jelas
bahwa sumber pengetahuan
dalam Islam adalah
alam fisik yang bisa
diindra dan alam
metafisik yang tidak
bisa diindera seperti Tuhan,
malaikat, alam kubur, alam akhirat. Alam fisik
hal ini sangat
berbeda dengan epistemologi
Barat yang hanya mengakui alam
fisik sebagai sumber
ilmu pengetahuan. Dengan demikian, sesuatu
yang bersifat non-indrawi,
non-fisik, dan metafisik tidak termasuk ke dalam obyek yang
dapat diketahui secara ilmiah.
Terdapat perbedaan
antara Islam dan Barat.
Dalam epistemologi Islam,
ilmu pengetahuan bisa
dicapai melalui tiga elemen yaitu indra, akal,
dan hati. Ketiga
elemen ini dalam praktiknya diterapkan
dengan metode berbeda indra
untuk metode observasi, akal
untuk metode logis
atau demonstratif, dan
hati untuk metode
intuitif. Dengan panca
indra, manusia mampun
menangkap obyek-obyek indrawi
melalui observasi, dengan menggunakan
akal manusia dalam
menangkap obyek-obyek spiritual atau metafisik secara silogistik, maka
dalam epistemologi Barat, pengetahuan
ilmiah hanya bisa
diraih melalui indra (Empirisme)8 dan akal (Rasionalisme)9. Menurut Rene Descartes
(1596-1650) bahwa sumber pengetahuan
yang dipandang memenuhi syarat
ilmiah adalah akal
budi. Sementara dipandang memenuhi
syarat
8Empirismeyaitu sesuatu yang bisa diindrai
9Rasionalismeyaitu sesuai dengan akal
ilmiah adalah akal
budi. Sementara itu empirisme berpendapat bahwa
sumber satu-satunya pengetahuan
manusia adalah pengalaman
indrawi, yakni pengalaman yang terjadi melalui dan berkat bantuan panca
indra.
c.
Klasifikasi Ilmu
Secara umum
ilmu pengetahuan dalam Islam
dapat diklasifikasikan ke
dalam tiga kelompok yang
meliputi;
1.
Metafisika (ontologi, teologi,
kosmologi, angelologi, dan
eskatologi).
2.
Matematika (geometri, aljabar,
aritmatika, musik, dan
trigonometri).
3.
Ilmu-ilmu fisik (fisika, kimia,
geologi, geografi, astronomi,
dan optika).
Dalam
pandangan Al-Ghazali ilmu menjadi dua
bagian; ilmu fardlu‘ain dan
ilmu fardlu kifayah. Ilmu
fardlu ‘ain adalah
ilmu yang wajib
dipelajari setiap muslim terkait
dengan tatacara melakukan
perbuatan wajib, seperti ilmu tentang shalat, berpuasa, bersuci, dan
sejenisnya. Sedangkan ilmu fardlu
kifayah adalah ilmu
yang harus dikuasai demi tegaknya
urusan dunia, seperti ilmu
kedokteran, astronomi, pertanian,
dan sejenisnya.
2. Perkembangan
Ilmu Pengetahuan dalam Islam
Dalam perspektif
sejarah, perkembangan ilmu-ilmu
keislaman mengalami pasang surut. Suatu ketika mencapai puncak kejayaan
dan di saat yang
lain mengalami kemunduran.
Kajian berikut akan menjelaskan fenomena tersebut serta
faktor-faktor yang mempengaruhi.
a. Masa
Keemasan
Sejarah politik
dunia Islam biasanya
dipetakan ke dalam
tiga periode, yaitu; periode
klasik (650-1250 M),
periode pertengahan
(1250-1800 M), dan periode
modern (1800-sekarang).Akselerasi
perkembangan ilmu pengetahuan.Setelah masuknya
gelombang Hellenisme melalui gerakan penerjemahan ilmu-ilmu
pengetahuan Yunani ke
dalam bahasa Arab, yang
dipelopori khalifah Harun
al-Rasyid (786-809 M).
Sejak itu
para ulama mulai
berkenalan dan menelaah
secara mendalam
pemikiran-pemikiran ilmuwan Yunani
seperti , Plato,10 Aristoteles,11
socrates,12dan lain-lain.Tidak
lama kemudian muncullah
di kalangan umat
Islam para filosof dan
ilmuwan yang ahli
dalam berbagai disiplin
ilmu pengetahuan.
Pesatnya perkembangan ilmu
pengetahuan di era klasik, setidaknya disebabkan oleh
beberapa faktor yaitu;
pertama, etos
keilmuan umat Islam yang
sangat tinggi.Kedua, Islam merupakan agama rasional
yang memberikan porsi besar terhadap
akal.Ketiga, berkembangnya
ilmu pengetahuan di
kalangan umat Islam klasik
adalah sebagai dampak
dari kewajiban umat
Islam dalam memahami alam raya ciptaan Allāh.Keempat kebijakan
politik para khalifah
yang menyediakan fasilitas dan
sarana memadai bagi
para ilmuwan untuk
melakukan penelitian dan
pengembangan ilmu.
b. Masa
kemunduran
Momentum kemunduran
umat Islam dalam bidang
pemikiran dan pengembangan
ilmu adalah kritik al-Ghazalimelalui Tahafut al-Falasifah terhadappara filosof
yang dinilainya telah menyimpang
10Plato (427-347M)adalah ahli filsafat dan pemikir
yunani salah seorang yang dijadikan pemikir penting dalam sejarah peradaban
barat.
11Aristoteles(384-322M) filsuf yunani yang dijuluki
sebagai guru besar murid plato dan pengajar diiskandariah, dan karanganya
adalah meliputi logika, fisika, syair, hayat,dll
12 socrates adalah seorang filsuf dan pengajar dari yunani, lahir di
athena, orang pertama yang mengetaahui bidang akal filsafat dan imu logika.
jauh
dari ajaran Islam. Ia menulisTahafut al-Falasifah(Kekacauan Para
Filosof) sebenarnya
bertujuan untuk menghidupkan
kembali kajian keagamaan
yang, menurutnya, telah terjadi
banyak penyimpangan akibat
ulah sebagian filosofkhususnyaAl-Farabi dan Ibn
Sina yang berdampak pada semakin menjamurnya semangat pemikiran
bebas yang membuat orang meninggalkan
ibadah.
Surutnya
gerakan pemikiran dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam Islam dapat dilihat
dari sejumlah kondisi berikut; pertama,
etos keilmuan menjadi redup,
pintu ijtihad menjadi
tertutup sebaliknya gerakan taqlid
mulai menjamur. Kedua, ilmu
agama Islam dimaknai
secara sempit dan terbatas.Ilmu agama dibatasi hanya pada
ilmu-ilmu ukhrawi seperti, Ilmu
Kalam, Fiqh, Tafsir, Hadits, dan Tasawuf. Sedangkan ilmu-ilmu
duniawi, seperti kedokteran,
pertanian, kimia, fisika,
disebut ilmu umum. Umat Islam lebih
tertarik mempelajari ilmu agama
ketimbang ilmu umum,
karena ilmu yang
disebut terakhir dipandang sebagai
ilmu sekuler Padahal
untuk mengarungi hidup
di dunia dibutuhkan penguasaan ilmu-ilmu duniawi.
c.
Upaya Mengejar Ketertinggalan
Umat Islam
sampai kini benar-benar
tertinggal jauh dari
Barat, bukan hanya dalam
bidang pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, melainkan dalam hampir seluruh
aspek kehidupan duniawi. Maka gagasan sejumlah intelektual muslim untuk
mempertemukan kembali ilmu dan
agama menjadi sangat penting
karena beberapa hal, Pertama, untuk merespon
dampak negatif perkembangan
ilmu dan teknologi modern
dalam kehidupan umat
Islam khususnya.
Tidak bisa
disangka bahwa di samping membawa dampak positif, ilmu dan teknologi
Barat juga memiliki dampak
negatif, seperti berkembangnya
paham materialisme,
nihilisme, hedonisme, individualisme, konsumerisme, rusaknya tatanan
keluaga. Awalnya mungkin merupakan pembagian akal dan agama ke
arah sekularisme, lambat
laun ternyata telah
menjadi pergaulan bebas, penyalahgunaan obat terlarang, dan
semakin jauhnya dari
etika moral dan
agama. yaitu paham filosofis yang biasanya berakhir dengan penolakan
terhadap realitas metafisik seperti Tuhan, malaikat, surga,dan neraka. Dengan hadinya konsep ilmu pengetahuan yang
dibawakan oleh Barat maka islam harus mampu bangkit dengan keadaan ini, maka
kita bisa mengembangkan kebangkitan kembali agama
Islam (islamisasi).
B.
SEJARAH
PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM
Sejarah
perkembangan ilmu pengetahuan dalam islam dimulai dari Muhammad Almustafah atau
(Zaman Nabi Muhammad), pada
usia 40 tahun beliau mendapatkan wahyu.Ketika
Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Yatsrib pada tahun ke-13 atau 622 M. Ilmu pengetahuan mulai
tumbuh dan berkembang sejak pada masa ini. Beliau sukses menjadi solusi dalam
berbagai masalah yang terjadi baik berkaitan dengan peribadatan, sosial,
ekonomi, dan politik yang bersumber langsung dari Al-Quran dan As-Sunnah.Tokoh-Tokoh
ilmuwan pada masa Rasulullah SAW lebih terfokus pada Al-Quran antara lain Ali
bin Abi Thalib dan Zaid bin Sabit, kemudian ada Salman al-Farisi yang ahli
strategi perang.setelah selesai
masa Nabi Muhammad SAW kemudian
perkembangan ilmu pengetahuan oleh kaum muslim pada zaman khulafa’ ar-rasyidin.
Masa ini dimulai dari tahun 11-41 H atau 632-661 M. Pada masa ini umat
Muslim dipimpin oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Umar bin Khaththab RA, Utsman
bin Affan RA, lalu berakhir pada masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib
Karomallahu Wajhah.Dengan kepemimpinan dari keempat tokoh ini, Kaum Muslim
berhasil meluaskan penyebaran agamanya hingga ke seluruh jazirah Arab. Bahkan
pada masa kepemimpinan Umar bin Khaththab, beliau berhasil menaklukkan
Palestina dari kekuasaan Bizantium Romawi, serta daerah Iraq, Iran dengan menaklukkan
Dinasti Sassania Persia.
Pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Khulafa’
Ar-Rasyidin masih berkisar pada
ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadist misalnya : Ilmu kiraat, tafsur Al-quran, ilmu hadist,khat Al-quran, ilmu fikih, ilmu nahwudan shorof, ilmu hasrat, ilmu arsitektur. Sehingga
tokoh-tokoh ilmu pengetahuan pada saat itu adalah ahli tafsir Al-Quran Ali bin
abi thalib, ahli ilmu hadis abdullah ibnu mas’ud dll.
Perkembangan
Ilmu Pengetahuan oleh Kaum Muslim pada Zaman Dinasti Umayyah.Kekhalifahan
Bani Umayyah mulai berdiri pada 661 M dan kemudian berakhir pada 750 M, Melalui
Afrika Utara lalu kemudian masuk ke dataran Spanyol pada 29 April 711 M dibawah
kepemimpinan panglima Thariq bin
Ziyad. Pada masa ini pula Umar bin Abdul Azizmulailah
hadis Nabi di kumpulkan untuuk menjaga keaslianya, maka muncul ilmu Al ulumu syariah, Al ulumul lisaniah, tarikh, Qirat, ilmu tafsir,ilmu hadis,ilmu nahwu, ilmu bumi, ilmu tata ruang kota,dan ilmu medis.
Zaman keemasan pada dinasti Abbasiyah berada
pada masa kepemimpinan Khalifah Harun Ar-Rasyid Rahimahullah. Pada masa
ini umat muslim banyak konflik internal
yang terjadi seperti resiko pemberontakan dan konflik eksternal seperti perang
salib dan serbuan tentara Mongol.Pada zaman Bani Abbasiyah filsafat-filsafat
Yunani Kuno mulai masuk ke pemikiran para Alim Ulama sehingga pada beberapa
kejadian muncullah beberapa aliran sesat seperti Murjiah dan Mu’tazilah.
Mu’tazilah ini terkenal sebagai aliran yang mengedepankan logika serta
mengatakan bahwasannya Al-Quran adalah makhluk. Selama masa kekhalifahan Harun
Ar-Rasyid beliau membangun sekolah Baitul Hikmah sehingga menghasilkan lulusan
yang ahli dalamm bidang kedokteran, sastra, musik, logika, matematika, penulis,
sains, kebudayaan, serta ilmu agama. Dengan adanya sekolah ini, maka proses
penyerapan ilmu dari bangsa lain seperti filsafat dari yunani, konsep bilangan
dan medis dari India, teknologi kimia, kertas, sutra dan tembikar dari China,
serta sistem administrasi, irigasi, dan bercocok tanam dari Zoroaster lebih
gencar dilakukan. Adapun ilmu pengetahuan yang berkembang pada dinasti
Abbasiyah dapat diuraikan sebagai berikut :Ilmu Matematika, Astronomi, Arsitektur, Ilmu Medis,Ilmu Kimia, Geografi,
dan filsafat. Perkembangan Ilmu Pengetahuan oleh Kaum Muslim Dinasti Umayyah
Spanyoldimulai sejak 29 April 711 M oleh Thariq bin Ziyad. Dinasti
Abbasiyah melakukan pembersihan keluarga Umayyah dari ranah politik di Timur
Tengah. Abdurrahman bin Marwan, salah satu anggota bani Umayyah, melarikan diri
dari pembersihan yang dilakukan oleh dinasti Abbasiyah menuju Spanyol. Beliau
mendrikan Dinasti Umayyah Spanyol
stelah mengalahkan gubernur yang patuh pada dinasti Abbasiyah dan
menjadikan kota kordoba menjadi pusat pemerintahan. sehingga berhasil
mengalahkan Raja Frederick dan Ratu Julian serta menumpas pemberontakan disana
sehingga beliau dijuluki Rajawali Quraisy, ilmu pengetahuan yang berkembang pada Dinasti Umayyah Spanyol misalnya : ilmu medis, farmasi, ilmu sains terapan,teknik
mesian.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan
oleh Kaum Muslim pada Zaman Turki Utsmani merupakan salah satu perjuangan Kesultanan
Utsmani karena Khalifah pertamanya bernama Osman I yang berasal dari China
Utara dan Mongolia. Sehingga mampu mendirikan sekolah pertama di Iznik setelah Turki Utsmani menguasai
Konstantinopel, Muhammad Al Fatih mendirikan Fatih Kulliyesi, Sulimaniya
Complex dan Dar Ath-Thibb pada
rumah sakit Shifa Khanes,Selain itu Muhammad Al-Fatih juga
mengembangkan salah satu meriam paling fenomenal yang disebut sebagai Great Bombard yang sanggup memberi efek
kerusakan yang besar pada dinding kota Konstantinopel. Ilmu sains berkembang
dengan pesat mengikuti perkembangan Eropa setelah Renaissance dan Revolusi
Industri.
Perkembangan
Ilmu Pengetahuan oleh Kaum Muslim pada Zaman Dinasti MughalDinasti
Mughal sejak tahun 1526 M hingga 1858 M.
Paa Delhi, india. Keilmuan yang dikembangkan pada zaman ini diantaranya
astronomi, bangunan air, kimia, matematika,
farmasi kemiliteran.
Dan perkembangan
Ilmu Pengetahuan oleh Kaum Muslim di Zaman Modern ini,
umat Muslim mengalami ketertinggalan dalam hal ilmu pengetahuan, teknologi, dan
penerapannya.sumbangsih negeri Barat dalam perkembangan sains sangatlah besar. Amerika
Serikat menyumbang 30,8%, Jepang 8,2% , Inggris 7,9%, Jerman 7,1%, India
1,66%,Spanyol 1,66%, Israel 0,89%. Namun akumulasi sumbangsih dari 20 Negara
Arab pada perkembangan sains hanya 0,55% saja. Hal ini terjadi karena seluruh discovering
& developing dari sains sendiri telah didominasi oleh negeri Barat. Itu disebabkan berbagai
faktor contonya, Faktor ekologi dan alami, Adanya orang-orang yang meninggalkan agama, Para Penguasa yang lemah
dalam kepemimpinannya dan tidak menjaga dengan baik wilayah kekuasaan yang
luas, Kemunduran kerajaan besar Islam yaitu Kerajaan Mughal (Abad 19 M),
Konflik antar kerajaan islam, Apatis dan stagnasi dalam dunia IPTEK muslim, Krisis
ekonomi, Cara pandang muslim yang sempit.
PEMIKIRAN
DAN TEHKNOLOGI TEMUAN PARA TOKOH ISLAM.
Capaiyan
Keberhasilan umat Islam dalam karya teknologi
terdapat beberapa karya yang
di antaranya ialah sebagai
berikut :
1.
Abu raihan Al biruni, penemu
gaya gravitasi
2.
Al buzjani, peletak dasar
rumus trigonometri
3.
Al farghani, rujukan astronom eropa
4.
Al jazari, penemu konsep
robotika modern
5.
Al jahiz, penulis ensiklopedia hewan
6.
Al karaji, sang pelopor mesin
air
7. Al-khawarizmi, penemu algoritma
8.
Al mawardi, pencetus teori
politik islam
9.
Al-muqaddasi, ‘penggambar’ dunia 10. Al-razi, rujukan
ilmu bedah
11. Al-zahrawi, bapak
ilmu bedah modern
12.
As-shakawi, peletak dasar
ilmu sejarah islam
13.
Ibn haitham, bapak ilmu optik
14.
Ibnu sina, bapak kedokteran
modern
15. Ibnu khaldun,
bapak sosial politik
16. Jabir ibnu
hayyan, penemu ilmu kimia
17.
Ibnu al baitar, ahli tumbuhan
obat
18.
Yaqut al himawi , ahli
sejarah dan georafi
Setelah
kita mengetahui hasil dari temuan para tokoh islam dari berbagai belahan dunia
maka peran mahasiswa
muslim sebagai generasi penerus dalam memperbaiki kondisi saat ini “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkarsungguh merekalah orang-orang yang beruntung”13Setidaknya ada
3 peran yang seharusnya dimiliki mahasiswa, yaitu :
a.
Mahasiswa memiliki peran sebagai intelektual
akademisi.
b.
Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan (agent
of change).
c.
mahasiswa berperan sebagai calon pemimpin masa
depan.
Ada ulama yang kemudian
menyampaikan bahwa pemuda memiliki tiga peran, yaitu :
a. Sebagai
generasi penerus yaitu meneruskan nilai-nilai kebaikan yang ada pada
suatu kaum.
b.
Sebagai generasi pengganti yaitu menggantikan
kaum yang memang sudah rusak
dengan karakter mencintai dan dicintai Allah, lemah lembut13Q.S. Ali Imran:104
kepada
kaum mu’min, tegas kepada kaum kafir, dan tidak takut celaan orang yang mencela
c.
Sebagai generasi pembaharuan yaitu memperbaiki
dan memperbaharui kerusakan yang ada pada suatu kaum.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Hadirnya
Islam di kalangan hidup manusia merupakan sebuah wahyu yang diturunkan oleh
Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui al-Quraan dan Asunnah sehingga kita
bisa membedakan mana ilmu pengetahuan dalam sudut pandang Islam dan mana Ilmu
pengetahuan dari sudut pandang Barat. Dalam
perspektif Islam Ilmu pengetahuan bersumber dari al-Quraan dan sunnah
yang melalui akal, indra, dan hati sedangakn dallam perspektif barat Ilmu
pengetahuan berdasarkan akal dan indra (rasional/empiris).
Epistemologi Islam menjawab bahwa
pengetahuan ilmiah adalah segala sesuatu yang bersumber dari alam fisik dan
non-fisik. Menjadi jelas
bahwa sumber pengetahuan
dalam Islam adalah
alam fisik yang bisa
diindra dan alam
metafisik yang tidak
bisa diindera seperti Tuhan,
malaikat, alam kubur, alam akhirat.Ilmu dapat di golongkan menjadi tiga yaitu ;Ilmu Metafisika
(ontologi, teologi, kosmologi,
angelologi, dan eskatologi).Matematika (geometri, aljabar,
aritmatika, musik, dan
trigonometri).Ilmu-ilmu fisik
(fisika, kimia, geologi,
geografi, astronomi, dan optika). Sehinga berkembang pada abad (650-1250 M),
periode pertengahan
(1250-1800 M), dan periode
modern (1800-sekarang).Dalam perkembang
ini Ilmu pengetahuan Barat lebih
meguasai jika di bandingkan dengan ilmu pengetahuan Islam yang sudah jelas
implikasinya misalnya pahaman materialisme,
nihilisme, hedonisme, individualisme, konsumerisme, yang merusak generasi muda saat
ini.
B.
KRITIK DAN SARAN
Penulis
memahami dalam makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekeliruan.Maka dari itu dibutuhkan
kritik dan saran
yang membangun dari setiap pembaca agar pembuatan makalah selanjutnya dapat di perbaiki.Semoga
dengan adanya makalah ini dapat berguna bagi pembaca,khususnya untuk pribadi penulis.Dan besar harapan bagi penulis,
kita dapat mengendalikan setiap
problem dan dinamika kehidupan dengan selalu
menjawab setiap
tantangan zaman. Oleh karena itu, kita jangan sampai dikendalikan oleh zaman,akan tetapi kitalah yang selalu mengendalikan zaman
sehingga kita tidak mudah
terlena oleh kemajuan ilmu dan tekhnogi yang semakin hari perkembanganya
semakin maju.dan mudah-mudahan kita
mampu menyelesaikan setiap persoalan amin
yaa rabbil alamin.
DAFTAR PUSTAKA.
As-Sirjani,
Raghib: Sumbangan Peradaban Islam Pada
Dunia,Pustaka Al-Kausar Jakarta
Timur,2009
Amsal Bakhtiar : Filsafat
Islam, ciputat Jakarta Selatan, 1 Desember 2005
Badri Yatim : Sejarah Peradaban Islam, PT Rajagrafindo
persada, Jakarat

Komentar
Posting Komentar