SEJARAH ISLAM PMII



MAKALAH
History Of Islam Sebagai World View ; Konstribusi Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan”
Disusun untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti PKD
Disusun Oleh : SYARIFUDIN
CABANG BIMA 




           
                                                           


PELATIHAN KADER DASAR (PKD) SE-PULAU SUMBAWA
PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII)
CABANG BIMA TAHUN 2017

                                      




 KATA PENGANTAR
Asslamualaikum War. Wab.                                                                                      
                                                                                                                            
                                                         
Tiada kata  yang pantas diucapkan selain kata syukur kita sampaikan atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, Hidayah dan inayah-Nya kepada  kita semua sehingga  penulis dapat menyelesaikan  makalah ini dan semoga apa yang menjadi isi makalah bermanfaat untuk diri pribadi penulis dan seluruh kader PMII, lebih-lebih masyarakat luas.
Makalah ini telah saya susun dengan semaksimal mungkin dan demi  terlancarnya pembuatan makalah ini, Untuk itu saya menyampaika banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkonstribusi dalam upaya membantu saya dalam pembuatanya.
Terlepas dari semua itu, Tentu dalam penyusunan makalah ini saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari pihak pembaca agar supaya dapat memperbaiki makalah yang  akan datang.
            Akhir kata, saya berharap semoga makalah yang saya sampaikan bermanfaat untuk penulis dan masyarakat luas.
Wallahul muwwafieq ilaa akhwamit thariq
wassalamualaikum War. wab

                                                                                    
Bima, 16 Januari 2017
                                                                                   
Penyusun



DAFTAR ISI
SAMPUL.......................................................................................................  
KATA PENGANTAR...................................................................................  
DAFTAR ISI.................................................................................................  
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Blakang.....................................................................................           
B.     Rumusan Masalah..............................................................................
C.     Tujuan penulisan..................................................................................
BAB II PEMBAHASAN                                                                                          
A.    Ilmu pengetahuan dalam pandangan islam......................................... 
B.     Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dalam islam...................... 
C.     Pemikiran dan tehknologi temuan para tokoh islam........................... 
BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN..................................................................................  
DAFTAR PUSTAKA


        
BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG.
            Awal kedatangan islam dimuka bumi ini dimulai dari Nabi Adam AS dan disempurnahkan oleh Nabi Muhammad SAW.Sehingga Islam bisa dikenal sampai saat ini dikalangan masyarakat.Dengan hadirnya islam di ruang lingkup masyarakat mampu membawa perubahan bagi manusia sehingga Islam menjadi pandangan hidup.Islam muncul di Semenanjung Arab pada abad 7 M dan Islam berkembang ke Samudra Atlantik di Barat dan Asia Tengah di Timur.
            Sejarah perjuangan Islam dalam  pentas peradaban dunia berlangsung sangat lama sekitar 13 abad, yaitu sejak masa kepemimpinan Rasullullah SAW di Madinah (622-632 M), masa Khulafaur Rasyidin (632-661 M),masa daulah Bani Umayah (661-750 M), dan masa Daulan Bani Abbasiyah (750-1258 M), sampai tumbangnya masa kekhalifahan Turki Utsmani pada tanggal 28 Rajab Tahun 1342 H atau bertepatan dengan Tanggal 3 Maret 1924 M, dimana masa kejayaan dan puncak keemasan banyak melahirkan Ilmuan Muslim yang telah menorehkan kariya luar biasa dan bermanfaat bagi umat yang terjadi selama kurang lebih 700 Tahun, dimulai dari abad 6 M sampai dengan abad 12 M. Pada masa tersebut kendali peradaban dunia berada pada tangan umat islam.
            Pada saat berjayanya peradaban islam semangat pencarian ilmu sangat kental dalam kehidupan sehari-hari. Semangat pencarian ilmu yang berkembang menjadi tradisi intelektual secara histori dimulai dari pemahaman terhadap al-Quran yang diwahyukan kepada nabi muhammad SAW. Yang kemudian di pahami ditafsirkan dan dikembangkan oleh para sahabat, tabiin, tabi’tabiin, dan para ulama yang datang kemudian dengan merujuk pada Sunnah Nabi Muhammad SAW.
            Untuk itu penulis akan menelaah hal-hal yang berkaitan erat dengan kejadian yang dihadapi oleh manusia dalam berkehidupan beragama (Islam) yang hidup sesuai dengan ajaran Al Qur’an. Makalah ini akan menunjukkan bagaimana History of islam sebagai world view ; “konstribusi islam terhadap ilmu pengetahuan” yang menyikapi berbagai kejadian dan situasi yang dihadapinya.
B.    RUMUSAN MASALAH.
1.    Bagaimanakah ilmu pengetahuan dalam pandangan islam?
2.    Bagaimanakah Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dalam islam?
3.    Bagaimanakah Pemikiran dan tehknologi temuan para tokoh islam ?
C.    TUJUAN PENULISAN.
1.    Ingin mengetahui ilmu pengetahuan dalam pandangan islam.
2.    Ingin mengetahui sejarah perkembngan ilmu pengetahuan dalam Islam.
3.    Ingin mengetahui pemikiran dan tehknologi  temuan para tokoh Islam.


BAB II
PEMBAHASAN

A   ILMU PENGETAHUAN DALAM PANDANGAN ISLAM
Ilmu pengetahuan dalam Islam memiliki karakteristik khas yang  berbeda  secara  fundamental  dengan  ilmu-ilmu yang dikembangkan  di  Barat,  baik  landasan,  sumber,  sarana,  dan metodologinya.  Dalam Islam,  ilmu  pengetahuan  memiliki landasan yang kokoh melalui al-Qur’ān dan Sunnah.Bersumber dari alam fisik dan alam metafisik melalui indra, akal, dan  hati (intuitif).Cakupan  ilmunya  sangat  luas,  tidak  hanya menyangkut  persoalan-persoalan  duniawi,  namun  juga  terkait dengan permasalahan ukhawi.
1.    Konsep Ilmu Pengetahuan dalam Islam
a.       Landasan Ilmu Pengetahuan
Kata  ilmu  berasal  dari  bahasa  Arab  ‘Ilm  (alima-ya’lamu-‘ilm),
yang  berarti  pengetahuan  (al-ma’rifah). Dari  asal  kata  ‘Ilm  ini  selanjutnya  di Indonesia menjadi ‘ilmu’ atau ‘ilmu pengetahuan. Dalam perspektif Islam ilmu merupakan pengetahuan mendalam hasil usaha yang sungguh-sungguh (ijtihad) dari para ilmuwan muslim (ulama/mujtahid) atas persoalan-persoalan  duniawi  dan  ukhrawi dengan  bersumber  kepada  wahyu Allah. Al-Qur’an  dan  al-Hadistberfungsi sebagai  petunjuk  (hudan)  bagi  umat  manusia.  Al-Qur’anmemberikan perhatian yang sangat istimewa terhadap aktivitas ilmiah. Terbukti,  ayat  yang  pertama  kali  turun  berbunyi ,  “Bacalah,  dengan menyebut  nama  Tuhanmu  yang  telah  menciptakan”.1
        Dalam  al-Qur’an  juga  banyak  disebut  ayat-ayat yang secara 
langsung yang mengarah  pada  aktivitas  ilmiah  dan pengembangan  ilmu,  seperti  perintah  untuk  berpikir,  merenung, menalar,  dan 
 

3Al-Qur’an surat al-‘Alaq : 96 : 1.

semacamnya. Salah  satunya adalah ”Sesungguhnya  seburuk-buruk  makhluk  melata  di  sisi  Allah adalah mereka (manusia) yang tuli dan bisu, yang tidak menggunakan akalnya”.2 Tentang posisi ilmuwan, al-Qur’an  menyebutkan: “Allah akan meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu beberapa derajat”.3 Dalam  Hadits  Nabi menyebutkan keutamaan  menuntut  ilmu,  dan  etika  dalam menuntut ilmu.“Menuntut ilmu merupakan  kewajiban  setiap  muslim  dan  muslimah”  (HR.  BukhariMuslim).4“Barang  siapa  keluar  rumah  dalam  rangka  menuntut  ilmu, malaikat akan melindungi dengan kedua sayapnya” (HR.).5 “Barang  siapa  keluar  rumah  dalam  rangka  menuntut  ilmu,  maka  ia selalu dalam jalan Allah sampai ia kembali” (HR. Muslim).6Barang siapa  menuntut  ilmu  untuk  tujuan  menjaga  jarak  dari  orang-orang bodoh, atau untuk tujuan menyombongkan diri dari para ilmuwan, atau agar  dihargai  oleh  manusia,  maka   Allah  akan  memasukkan  orang tersebut ke dalam neraka” (HR. Turmudzi).7
Dampak yang lebih serius, perkembangan ilmu  menjadi  sekuler  terpisah  dari  agama  yang  pada  akhirnya menimbulkan problema teologis yang sangat krusial. Banyak ilmuwan Barat  yang  merasa  tidak  perlu  lagi  menyinggung  atau  melibatkan Tuhan  dalam  argumentasi  ilmiah  mereka. Bagi  mereka  Tuhan  telah berhenti  menjadi  apapun,  termasuk  menjadi  pencipta  dan  pemelihara alam semesta.
 

2 Al-Qur’ān surat al-Anfāl : 8: 22.
3 Al-Qur’ān surat al-Mujādalah : 58: 11.
4 Azyumardi  Azra,  Pendidikan  Islam;  Tradisi  dan  Modernisasi  Menuju  Millenium
Baru, (Jakarta: Logos, 1999), hlm. 13.
5 Sayid  ‘Alawī  ibn  ‘Abbās  al-Mālikī,  Fath  al-  Qarīb  al-Mujīb  ‘ala  Tahdzīb  alTarghīb wa al-Tarhīb, (Mekah; t.p, t.t), hlm. 40.
6 Abī Zakariā Yahyā ibn Syarf al-Nawāwī,  Riyād al-  Shālihīn,  (Kairo; al-Maktabah
al-Salafīyah, 2001), hlm. 710.
7Al-Mālikī, Fath al-Qarīb, hlm. 42.


b.         Sumber, Sarana, dan Metode Ilmu Pengetahuan
Berbicara tentang sumber, sarana, dan metode ilmu pengetahuan dalam  Filsafat  Ilmu  dikenaldengan  epistemologi.  Epistemologi Islam menjawab bahwa pengetahuan ilmiah adalah segala sesuatu yang bersumber dari alam fisik dan non-fisik.  Menjadi  jelas  bahwa  sumber  pengetahuan  dalam  Islam  adalah  alam fisik  yang  bisa  diindra  dan  alam  metafisik  yang  tidak  bisa  diindera seperti Tuhan, malaikat, alam kubur, alam akhirat. Alam fisik  hal  ini  sangat  berbeda  dengan  epistemologi  Barat  yang  hanya mengakui  alam  fisik  sebagai  sumber  ilmu  pengetahuan.  Dengan demikian,  sesuatu  yang  bersifat  non-indrawi,  non-fisik,  dan  metafisik tidak termasuk ke dalam obyek yang dapat diketahui secara ilmiah.
Terdapat  perbedaan  antara  Islam  dan Barat.  Dalam  epistemologi  Islam,  ilmu  pengetahuan  bisa  dicapai melalui  tiga  elemen yaitu indra,  akal,  dan  hati.  Ketiga  elemen  ini  dalam praktiknya  diterapkan  dengan  metode  berbeda indra  untuk  metode observasi,  akal  untuk  metode  logis  atau  demonstratif,  dan  hati  untuk  metode  intuitif. Dengan  panca indra,  manusia  mampun  menangkap  obyek-obyek  indrawi  melalui observasi,  dengan  menggunakan  akal  manusia  dalam  menangkap obyek-obyek spiritual atau metafisik secara silogistik, maka dalam epistemologi Barat, pengetahuan  ilmiah  hanya  bisa  diraih  melalui  indra (Empirisme)8  dan  akal (Rasionalisme)9. Menurut Rene  Descartes  (1596-1650) bahwa  sumber  pengetahuan  yang  dipandang memenuhi  syarat  ilmiah  adalah  akal  budi. Sementara dipandang memenuhi  syarat 
 

8Empirismeyaitu sesuatu yang bisa diindrai
9Rasionalismeyaitu sesuai dengan akal         

ilmiah  adalah  akal  budi. Sementara  itu  empirisme berpendapat  bahwa  sumber  satu-satunya  pengetahuan  manusia  adalah pengalaman indrawi, yakni pengalaman yang terjadi melalui dan berkat bantuan  panca  indra.
c.         Klasifikasi Ilmu
Secara  umum  ilmu pengetahuan  dalam  Islam  dapat  diklasifikasikan  ke  dalam tiga  kelompok  yang  meliputi;
1.        Metafisika (ontologi, teologi, kosmologi,  angelologi,  dan  eskatologi).
2.        Matematika (geometri,  aljabar,  aritmatika,  musik,  dan  trigonometri).
3.        Ilmu-ilmu  fisik (fisika,  kimia,  geologi,  geografi,  astronomi,  dan optika).
Dalam pandangan Al-Ghazali ilmu  menjadi  dua  bagian;  ilmu  fardlu‘ain  dan  ilmu  fardlu kifayah. Ilmu  fardlu  ‘ain  adalah  ilmu  yang  wajib  dipelajari  setiap muslim  terkait  dengan  tatacara  melakukan  perbuatan  wajib,  seperti ilmu tentang  shalat, berpuasa,  bersuci, dan  sejenisnya. Sedangkan  ilmu fardlu kifayah  adalah  ilmu  yang  harus dikuasai demi tegaknya urusan dunia, seperti ilmu  kedokteran,  astronomi,  pertanian,  dan  sejenisnya.
2.    Perkembangan Ilmu Pengetahuan dalam Islam
Dalam  perspektif  sejarah,  perkembangan  ilmu-ilmu  keislaman mengalami pasang surut. Suatu ketika mencapai puncak kejayaan dan di  saat  yang  lain  mengalami  kemunduran.  Kajian  berikut  akan menjelaskan fenomena tersebut serta faktor-faktor yang mempengaruhi.
a.       Masa Keemasan
Sejarah  politik  dunia  Islam  biasanya  dipetakan  ke  dalam  tiga periode,  yaitu;  periode  klasik  (650-1250  M),  periode  pertengahan (1250-1800  M), dan  periode  modern  (1800-sekarang).Akselerasi perkembangan  ilmu pengetahuan.Setelah  masuknya  gelombang  Hellenisme  melalui  gerakan penerjemahan  ilmu-ilmu  pengetahuan  Yunani  ke  dalam  bahasa  Arab, yang  dipelopori  khalifah  Harun  al-Rasyid  (786-809  M).
Sejak  itu  para  ulama  mulai  berkenalan  dan  menelaah  secara mendalam  pemikiran-pemikiran  ilmuwan  Yunani  seperti  ,  Plato,10 Aristoteles,11 socrates,12dan lain-lain.Tidak  lama  kemudian  muncullah  di  kalangan  umat  Islam  para filosof  dan  ilmuwan  yang  ahli  dalam  berbagai  disiplin  ilmu pengetahuan.
Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di era klasik, setidaknya disebabkan  oleh  beberapa  faktor  yaitu;  pertama,  etos  keilmuan  umat Islam  yang  sangat  tinggi.Kedua, Islam merupakan agama rasional yang memberikan porsi besar terhadap  akal.Ketiga,  berkembangnya  ilmu  pengetahuan  di  kalangan umat  Islam  klasik  adalah  sebagai  dampak  dari  kewajiban  umat  Islam dalam memahami alam raya ciptaan Allāh.Keempat kebijakan  politik  para  khalifah  yang  menyediakan  fasilitas dan  sarana  memadai  bagi  para  ilmuwan  untuk  melakukan  penelitian dan pengembangan ilmu.
b.      Masa kemunduran
Momentum  kemunduran  umat Islam  dalam  bidang  pemikiran  dan  pengembangan  ilmu  adalah  kritik al-Ghazalimelalui  Tahafut  al-Falasifah terhadappara  filosof  yang dinilainya  telah  menyimpang
 

10Plato (427-347M)adalah ahli filsafat dan pemikir yunani salah seorang yang dijadikan pemikir penting dalam sejarah peradaban barat.
11Aristoteles(384-322M) filsuf yunani yang dijuluki sebagai guru besar murid plato dan pengajar diiskandariah, dan karanganya adalah meliputi logika, fisika, syair, hayat,dll
12      socrates adalah seorang filsuf dan pengajar dari yunani, lahir di athena, orang pertama yang mengetaahui bidang akal filsafat dan imu logika.


jauh  dari ajaran Islam. Ia menulisTahafut  al-Falasifah(Kekacauan  Para  Filosof)  sebenarnya bertujuan  untuk  menghidupkan  kembali  kajian  keagamaan  yang, menurutnya,  telah  terjadi  banyak  penyimpangan  akibat  ulah  sebagian filosofkhususnyaAl-Farabi  dan  Ibn  Sina yang  berdampak  pada semakin menjamurnya semangat pemikiran bebas yang membuat orang meninggalkan  ibadah.
Surutnya gerakan pemikiran dan pengembangan ilmu pengetahuan dalam Islam dapat dilihat dari sejumlah kondisi berikut;  pertama,  etos keilmuan  menjadi  redup,  pintu  ijtihad  menjadi  tertutup  sebaliknya gerakan  taqlid  mulai  menjamur.  Kedua,  ilmu  agama  Islam  dimaknai  secara  sempit  dan terbatas.Ilmu agama dibatasi hanya pada ilmu-ilmu  ukhrawi  seperti, Ilmu  Kalam,  Fiqh, Tafsir,  Hadits, dan Tasawuf. Sedangkan  ilmu-ilmu  duniawi,  seperti  kedokteran,  pertanian,  kimia, fisika, disebut  ilmu umum. Umat Islam lebih tertarik mempelajari ilmu agama  ketimbang  ilmu  umum,  karena  ilmu  yang  disebut  terakhir dipandang  sebagai  ilmu  sekuler  Padahal  untuk  mengarungi  hidup  di dunia dibutuhkan penguasaan ilmu-ilmu duniawi.
c.         Upaya Mengejar Ketertinggalan
Umat  Islam  sampai  kini  benar-benar  tertinggal  jauh  dari  Barat,  bukan hanya  dalam  bidang  pengembangan  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi, melainkan dalam hampir seluruh aspek kehidupan duniawi. Maka gagasan sejumlah intelektual muslim untuk mempertemukan kembali  ilmu  dan  agama  menjadi sangat penting karena beberapa hal, Pertama,  untuk  merespon  dampak  negatif  perkembangan  ilmu  dan teknologi  modern  dalam  kehidupan  umat  Islam  khususnya.
Tidak  bisa  disangka bahwa di samping membawa dampak positif, ilmu dan teknologi Barat juga  memiliki  dampak  negatif,  seperti  berkembangnya  paham materialisme,  nihilisme,  hedonisme,  individualisme,  konsumerisme, rusaknya  tatanan  keluaga. Awalnya mungkin merupakan pembagian akal dan agama  ke  arah  sekularisme,  lambat  laun  ternyata  telah  menjadi pergaulan  bebas,  penyalahgunaan  obat terlarang,  dan  semakin  jauhnya  dari  etika  moral  dan  agama. yaitu paham filosofis yang biasanya berakhir dengan penolakan terhadap realitas metafisik seperti Tuhan, malaikat, surga,dan neraka.  Dengan hadinya konsep ilmu pengetahuan yang dibawakan oleh Barat maka islam harus mampu bangkit dengan keadaan ini, maka kita bisa mengembangkan kebangkitan  kembali  agama  Islam (islamisasi).
B.     SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM
Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dalam islam dimulai dari Muhammad Almustafah atau (Zaman Nabi Muhammad), pada usia 40 tahun beliau mendapatkan wahyu.Ketika Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Yatsrib pada tahun ke-13 atau 622 M. Ilmu pengetahuan mulai tumbuh dan berkembang sejak pada masa ini. Beliau sukses menjadi solusi dalam berbagai masalah yang terjadi baik berkaitan dengan peribadatan, sosial, ekonomi, dan politik yang bersumber langsung dari Al-Quran dan As-Sunnah.Tokoh-Tokoh ilmuwan pada masa Rasulullah SAW lebih terfokus pada Al-Quran antara lain Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Sabit, kemudian ada Salman al-Farisi yang ahli strategi perang.setelah selesai masa Nabi Muhammad SAW kemudian perkembangan ilmu pengetahuan oleh kaum muslim pada zaman khulafa’ ar-rasyidin. Masa ini dimulai dari tahun 11-41 H atau 632-661 M. Pada masa ini umat Muslim dipimpin oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Umar bin Khaththab RA, Utsman bin Affan RA, lalu berakhir pada masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib Karomallahu Wajhah.Dengan kepemimpinan dari keempat tokoh ini, Kaum Muslim berhasil meluaskan penyebaran agamanya hingga ke seluruh jazirah Arab. Bahkan pada masa kepemimpinan Umar bin Khaththab, beliau berhasil menaklukkan Palestina dari kekuasaan Bizantium Romawi, serta daerah Iraq, Iran dengan menaklukkan Dinasti Sassania Persia.
Pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Khulafa’ Ar-Rasyidin masih berkisar pada ilmu yang bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadist misalnya : Ilmu kiraat, tafsur Al-quran, ilmu hadist,khat Al-quran, ilmu fikih, ilmu nahwudan shorof, ilmu hasrat, ilmu arsitektur. Sehingga tokoh-tokoh ilmu pengetahuan pada saat itu adalah ahli tafsir Al-Quran Ali bin abi thalib, ahli ilmu hadis abdullah ibnu mas’ud dll.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan oleh Kaum Muslim pada Zaman Dinasti Umayyah.Kekhalifahan Bani Umayyah mulai berdiri pada 661 M dan kemudian berakhir pada 750 M, Melalui Afrika Utara lalu kemudian masuk ke dataran Spanyol pada 29 April 711 M dibawah kepemimpinan panglima Thariq bin Ziyad. Pada masa ini pula Umar bin Abdul Azizmulailah hadis Nabi di kumpulkan untuuk menjaga keaslianya, maka muncul ilmu Al ulumu syariahAl ulumul lisaniah, tarikh, Qirat, ilmu tafsir,ilmu hadis,ilmu nahwu, ilmu bumi, ilmu  tata ruang kota,dan ilmu medis.
Zaman keemasan pada dinasti Abbasiyah berada pada masa kepemimpinan Khalifah Harun Ar-Rasyid Rahimahullah. Pada masa ini  umat muslim banyak konflik internal yang terjadi seperti resiko pemberontakan dan konflik eksternal seperti perang salib dan serbuan tentara Mongol.Pada zaman Bani Abbasiyah filsafat-filsafat Yunani Kuno mulai masuk ke pemikiran para Alim Ulama sehingga pada beberapa kejadian muncullah beberapa aliran sesat seperti Murjiah dan Mu’tazilah. Mu’tazilah ini terkenal sebagai aliran yang mengedepankan logika serta mengatakan bahwasannya Al-Quran adalah makhluk. Selama masa kekhalifahan Harun Ar-Rasyid beliau membangun sekolah Baitul Hikmah sehingga menghasilkan lulusan yang ahli dalamm bidang kedokteran, sastra, musik, logika, matematika, penulis, sains, kebudayaan, serta ilmu agama. Dengan adanya sekolah ini, maka proses penyerapan ilmu dari bangsa lain seperti filsafat dari yunani, konsep bilangan dan medis dari India, teknologi kimia, kertas, sutra dan tembikar dari China, serta sistem administrasi, irigasi, dan bercocok tanam dari Zoroaster lebih gencar dilakukan. Adapun ilmu pengetahuan yang berkembang pada dinasti Abbasiyah dapat diuraikan sebagai berikut :Ilmu Matematika, Astronomi, Arsitektur, Ilmu Medis,Ilmu Kimia, Geografi, dan filsafat. Perkembangan Ilmu Pengetahuan oleh Kaum Muslim Dinasti Umayyah Spanyoldimulai sejak 29 April 711 M oleh Thariq bin Ziyad. Dinasti Abbasiyah melakukan pembersihan keluarga Umayyah dari ranah politik di Timur Tengah. Abdurrahman bin Marwan, salah satu anggota bani Umayyah, melarikan diri dari pembersihan yang dilakukan oleh dinasti Abbasiyah menuju Spanyol. Beliau mendrikan Dinasti Umayyah Spanyol stelah mengalahkan gubernur yang patuh pada dinasti Abbasiyah dan menjadikan kota kordoba menjadi pusat pemerintahan. sehingga berhasil mengalahkan Raja Frederick dan Ratu Julian serta menumpas pemberontakan disana sehingga beliau dijuluki Rajawali Quraisy, ilmu pengetahuan yang berkembang pada Dinasti Umayyah Spanyol misalnya : ilmu medis, farmasi, ilmu sains terapan,teknik mesian.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan oleh Kaum Muslim pada Zaman Turki Utsmani merupakan salah satu perjuangan Kesultanan Utsmani karena Khalifah pertamanya bernama Osman I yang berasal dari China Utara dan Mongolia. Sehingga mampu mendirikan sekolah pertama di Iznik  setelah Turki Utsmani menguasai Konstantinopel, Muhammad Al Fatih mendirikan Fatih Kulliyesi, Sulimaniya Complex dan Dar Ath-Thibb pada rumah sakit Shifa Khanes,Selain itu Muhammad Al-Fatih juga mengembangkan salah satu meriam paling fenomenal yang disebut sebagai Great Bombard yang sanggup memberi efek kerusakan yang besar pada dinding kota Konstantinopel. Ilmu sains berkembang dengan pesat mengikuti perkembangan Eropa setelah Renaissance dan Revolusi Industri.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan oleh Kaum Muslim pada Zaman Dinasti MughalDinasti Mughal sejak tahun 1526 M hingga 1858 M. Paa Delhi, india. Keilmuan yang dikembangkan pada zaman ini diantaranya astronomi,  bangunan air, kimia, matematika, farmasi kemiliteran.
Dan perkembangan Ilmu Pengetahuan oleh Kaum Muslim di Zaman Modern ini, umat Muslim mengalami ketertinggalan dalam hal ilmu pengetahuan, teknologi, dan penerapannya.sumbangsih negeri Barat dalam perkembangan sains sangatlah besar. Amerika Serikat menyumbang 30,8%, Jepang 8,2% , Inggris 7,9%, Jerman 7,1%, India 1,66%,Spanyol 1,66%, Israel 0,89%. Namun akumulasi sumbangsih dari 20 Negara Arab pada perkembangan sains hanya 0,55% saja. Hal ini terjadi karena seluruh discovering & developing dari sains sendiri telah didominasi oleh negeri Barat. Itu disebabkan berbagai faktor contonya, Faktor ekologi dan alami, Adanya orang-orang yang meninggalkan agama, Para Penguasa yang lemah dalam kepemimpinannya dan tidak menjaga dengan baik wilayah kekuasaan yang luas, Kemunduran kerajaan besar Islam yaitu Kerajaan Mughal (Abad 19 M), Konflik antar kerajaan islam, Apatis dan stagnasi dalam dunia IPTEK muslim, Krisis ekonomi, Cara pandang muslim yang sempit.
  
     PEMIKIRAN DAN TEHKNOLOGI TEMUAN PARA TOKOH ISLAM.
Capaiyan Keberhasilan umat Islam dalam karya teknologi  terdapat  beberapa  karya yang  di antaranya  ialah sebagai berikut :
1.      Abu raihan Al biruni, penemu gaya gravitasi
2.      Al buzjani, peletak dasar rumus trigonometri 
3.      Al farghani, rujukan astronom eropa
4.      Al jazari, penemu konsep robotika modern 
5.      Al jahiz, penulis ensiklopedia hewan
6.      Al karaji, sang pelopor mesin air
            7.      Al-khawarizmi, penemu algoritma 
8.      Al mawardi, pencetus teori politik islam 
9.      Al-muqaddasi, ‘penggambar’ dunia 10.  Al-razi, rujukan ilmu bedah
11.  Al-zahrawi, bapak ilmu bedah modern
12.  As-shakawi, peletak dasar ilmu sejarah islam
13.  Ibn haitham, bapak ilmu optik
14.  Ibnu sina, bapak kedokteran modern
15.  Ibnu khaldun, bapak sosial politik
16.  Jabir ibnu hayyan, penemu ilmu kimia
17.  Ibnu al baitar, ahli tumbuhan obat
18.  Yaqut al himawi , ahli sejarah dan georafi
Setelah kita mengetahui hasil dari temuan para tokoh islam dari berbagai belahan dunia maka peran mahasiswa muslim sebagai generasi penerus dalam memperbaiki kondisi saat ini “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkarsungguh merekalah orang-orang yang beruntung”13Setidaknya ada 3 peran yang seharusnya dimiliki mahasiswa, yaitu :
a.         Mahasiswa memiliki peran sebagai intelektual akademisi.
b.         Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan (agent of change). 
c.         mahasiswa berperan sebagai calon pemimpin masa depan.
            Ada ulama yang kemudian menyampaikan bahwa pemuda memiliki tiga peran, yaitu :
a.    Sebagai generasi penerus yaitu meneruskan nilai-nilai kebaikan yang ada pada suatu kaum.
b.    Sebagai generasi pengganti yaitu menggantikan kaum yang memang sudah rusak dengan karakter mencintai dan dicintai Allah, lemah lembut13Q.S. Ali Imran:104
kepada kaum mu’min, tegas kepada kaum kafir, dan tidak takut celaan orang yang mencela
c.    Sebagai generasi pembaharuan yaitu memperbaiki dan memperbaharui kerusakan yang ada pada suatu kaum.


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Hadirnya Islam di kalangan hidup manusia merupakan sebuah wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui al-Quraan dan Asunnah sehingga kita bisa membedakan mana ilmu pengetahuan dalam sudut pandang Islam dan mana Ilmu pengetahuan dari sudut pandang Barat. Dalam  perspektif Islam Ilmu pengetahuan bersumber dari al-Quraan dan sunnah yang melalui akal, indra, dan hati sedangakn dallam perspektif barat Ilmu pengetahuan berdasarkan akal dan indra (rasional/empiris). Epistemologi Islam menjawab bahwa pengetahuan ilmiah adalah segala sesuatu yang bersumber dari alam fisik dan non-fisik.  Menjadi  jelas  bahwa  sumber  pengetahuan  dalam  Islam  adalah  alam fisik  yang  bisa  diindra  dan  alam  metafisik  yang  tidak  bisa  diindera seperti Tuhan, malaikat, alam kubur, alam akhirat.Ilmu dapat di  golongkan menjadi tiga yaitu ;Ilmu Metafisika (ontologi, teologi, kosmologi,  angelologi,  dan  eskatologi).Matematika (geometri,  aljabar,  aritmatika,  musik,  dan  trigonometri).Ilmu-ilmu  fisik (fisika,  kimia,  geologi,  geografi,  astronomi,  dan optika). Sehinga berkembang pada abad (650-1250  M),  periode  pertengahan (1250-1800  M), dan  periode  modern  (1800-sekarang).Dalam perkembang ini  Ilmu pengetahuan Barat lebih meguasai jika di bandingkan dengan ilmu pengetahuan Islam yang sudah jelas implikasinya misalnya pahaman materialisme,  nihilisme,  hedonisme,  individualisme,  konsumerisme, yang merusak generasi muda saat ini.

B.     KRITIK DAN SARAN
Penulis memahami dalam makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekeliruan.Maka dari itu dibutuhkan kritik dan saran yang membangun dari setiap pembaca agar  pembuatan makalah selanjutnya dapat di perbaiki.Semoga dengan adanya makalah ini dapat berguna bagi pembaca,khususnya untuk pribadi penulis.Dan besar harapan bagi penulis, kita dapat mengendalikan setiap problem dan dinamika kehidupan dengan selalu menjawab setiap tantangan zaman. Oleh karena itu, kita jangan sampai dikendalikan oleh zaman,akan tetapi kitalah yang selalu mengendalikan zaman sehingga kita tidak mudah terlena oleh kemajuan ilmu dan tekhnogi yang semakin hari perkembanganya semakin maju.dan mudah-mudahan kita  mampu menyelesaikan setiap persoalan amin yaa rabbil alamin.           
 

                                                    DAFTAR PUSTAKA.

As-Sirjani, Raghib: Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia,Pustaka Al-Kausar       Jakarta Timur,2009
Amsal Bakhtiar : Filsafat Islam, ciputat Jakarta Selatan, 1 Desember 2005
Badri Yatim  : Sejarah Peradaban Islam, PT Rajagrafindo persada, Jakarat


















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Urgensi Pemuda dalam Pembangunan Desa

Kabar Harian "IMTA BIMA"