Makna hidup dalam kesenangan dan kesedihan
🌅 *Kesenangan dan Kesedihan Adalah Ujian*
🎙 Dari sahabat yang mulia Abdurrahman bin 'auf _radhiyallahu 'anhu_
"ابْتُلينا بالضَّرَّاء فَصَبَرْنا ، و ابْتُلينا بالسَّرَّاء فلمْ نَصبِرْ"
_"Ketika kami diuji dengan kesengsaraan dan kesedihan kamipun bisa bersabar, namun tatkala kami diuji dengan kesenangan dan kebahagiaan kamipun tidak mampu bersabar"_
📖 *Faidahnya:*
1⃣ *Pentingnya bersabar atas kesulitan dan kesedihan*,
🌾 hampir seluruh kita mengetahui hal tersebut namun tidak semua dari kita tahu hakikat kesabaran atau pentingnya bersabar ketika dalam keadaan senang, lapang dan sehat,
🌾 oleh karena itulah Rasulullah bersabda: _"Demi Allah bukan kemiskinan yang saya takutkan menimpa kalian,_
_akan tetapi yang saya takutkan adalah dibukakannya kepada kalian dunia sebagaimana dibukakannya dunia terhadap umat-umat terdahulu,_
_dan merekapun saling berlomba untuk mendapatkan dunia tersebut sebagaimana umat terdahulu berlomba-lomba dan kalian pun dibinasakan sebagaimana umat terdahulu dibinasakan"._
📚 [HR. Bukhari: 4015, Muslim: 2961]
2⃣ Banyak diantara kita mengira ujian atau cobaan itu ketika dia datang dalam bentuk kesengsaraan, kesedihan dan kesusahan saja, padahal ujian itu kadang datang dalam bentuk kesenangan, kelapangan rezeki dan kesehatan.
🌾 Allah _Azza wa Jalla_ berfirman:
[وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً]
_"Dan kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai sebenar-benarnya cobaan"._
📚 [QS. al-Anbiya: 35]
3⃣ Berkata *salaf saleh*: _"Cobaan kesengsaraan dan kesedihan semua orang bisa bersabar baik itu dia orang yg baik maupun orang yg buruk,_
_namun tidak semua dari manusia bisa bersabar terhadap cobaan kesenangan kecuali orang-orang yang jujur dalam keimanannya"._
4⃣ Ketika Imam Ahmad _rahimahullahu_ diuji dengan kesedihan ia bersabar dan ia tidak cemas, bahkan beliau berkata justru hal tersebut menjadi penambah keimanan saya,
🌾 namun ketika ia diuji dengan kesenangan dan kebahagiaan yaitu popularitas dan makin banyaknya kaum muslimin yang datang kepadanya dan penghargaan masyarakat terhadapnya ia pun merasa cemas, takut dan mengharapkan kematian dan ia pun takut hal tersebut bisa menjadi kekurangan dalam agamanya.
✒ *Ustadz Imran Yunus, Lc.* - _Sekretaris Komisi Rukyat & Falakiyah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah_
🎙 Dari sahabat yang mulia Abdurrahman bin 'auf _radhiyallahu 'anhu_
"ابْتُلينا بالضَّرَّاء فَصَبَرْنا ، و ابْتُلينا بالسَّرَّاء فلمْ نَصبِرْ"
_"Ketika kami diuji dengan kesengsaraan dan kesedihan kamipun bisa bersabar, namun tatkala kami diuji dengan kesenangan dan kebahagiaan kamipun tidak mampu bersabar"_
📖 *Faidahnya:*
1⃣ *Pentingnya bersabar atas kesulitan dan kesedihan*,
🌾 hampir seluruh kita mengetahui hal tersebut namun tidak semua dari kita tahu hakikat kesabaran atau pentingnya bersabar ketika dalam keadaan senang, lapang dan sehat,
🌾 oleh karena itulah Rasulullah bersabda: _"Demi Allah bukan kemiskinan yang saya takutkan menimpa kalian,_
_akan tetapi yang saya takutkan adalah dibukakannya kepada kalian dunia sebagaimana dibukakannya dunia terhadap umat-umat terdahulu,_
_dan merekapun saling berlomba untuk mendapatkan dunia tersebut sebagaimana umat terdahulu berlomba-lomba dan kalian pun dibinasakan sebagaimana umat terdahulu dibinasakan"._
📚 [HR. Bukhari: 4015, Muslim: 2961]
2⃣ Banyak diantara kita mengira ujian atau cobaan itu ketika dia datang dalam bentuk kesengsaraan, kesedihan dan kesusahan saja, padahal ujian itu kadang datang dalam bentuk kesenangan, kelapangan rezeki dan kesehatan.
🌾 Allah _Azza wa Jalla_ berfirman:
[وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً]
_"Dan kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai sebenar-benarnya cobaan"._
📚 [QS. al-Anbiya: 35]
3⃣ Berkata *salaf saleh*: _"Cobaan kesengsaraan dan kesedihan semua orang bisa bersabar baik itu dia orang yg baik maupun orang yg buruk,_
_namun tidak semua dari manusia bisa bersabar terhadap cobaan kesenangan kecuali orang-orang yang jujur dalam keimanannya"._
4⃣ Ketika Imam Ahmad _rahimahullahu_ diuji dengan kesedihan ia bersabar dan ia tidak cemas, bahkan beliau berkata justru hal tersebut menjadi penambah keimanan saya,
🌾 namun ketika ia diuji dengan kesenangan dan kebahagiaan yaitu popularitas dan makin banyaknya kaum muslimin yang datang kepadanya dan penghargaan masyarakat terhadapnya ia pun merasa cemas, takut dan mengharapkan kematian dan ia pun takut hal tersebut bisa menjadi kekurangan dalam agamanya.
✒ *Ustadz Imran Yunus, Lc.* - _Sekretaris Komisi Rukyat & Falakiyah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah_
Komentar
Posting Komentar