Puluhan mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima Skripsinya di buat dosen.
Inisial (SY) selaku anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kampus Kota mengatakan praktek pembuatan skripsi oleh dosen terhadap mahasiswa sangat tidak mencerminkan nilai pendidikan apalagi memanfaatkan mahasiswa sebagai aset bisnis, oleh karena itu lembaga harus bersikap tegas terhadap kejadian ini. Kalau tidak ada ketegasan dari pihak lembaga kemungkinan ada kong kali kong antara pihak dosen dengan lembaga dalam memanfaatkan mahasiswa sebagai ajang bisnis. "Tuturnya".
Saat di wawancarai salah satu mahasiswa yang berinisial (L) pada hari kamis (16/8/2018) pukul 12.30 siang di halaman kampusnya sendiri, mengatakan bahwa pembuatan skripsi ini sudah mulai pada bulan juni (15/6/2018) dengan anggota 6 orang berdasarkan pengakuannya, dan di bayar satu orang dengan harga Rp. 1.200,000 per-mahasiswa dengan perjanjian sampai selesai skripsi tanpa harus pungut biaya lagi. Tapi saat di wawancarai lebih lanjut pernyataanya agak miris terhadap dosen itu, karena bayaran yang di keluarkannya tidak cukup sehingga saudara ini membeli tambahan Kertas A4 4 rim sebagai penunjang pembuatan skripsi itu. Bahkan dirinya sangat kecewa terhadap dosen yang buat skripsi ini karena banyak anggaran yang di keluarkan bahkan beberapa di antara mereka banyak yang kecewa karena takut skripsinya tidak selesai di tepat waktu "Tuturnya"
Dalam hal ini Wakil BEM juga mewawancarai di hari yang sama yaitu pada salah satu mahasiswa yang berinisial (N) mengatakan dirinya sampai hari ini masih pada tahap proposal dan baru ambil surat penelitian karena beberapa kendala terhadap dosen yang di buatnya, di karenakan sudah lepas tanggung jawab padahal pembayaran sudah selesai sebelum pembuatan proposal di mulai. "Tuturnya"
Inisial (SY) yang tau keberadaan masalah ini terus melakukan identifikasi terhadap seluruh mahasiswa yang di buat oleh dosen itu, saat di wawancarai satu persatu mahasiswa yang di buatnya hanya sebagian yang mengaku karena takut di ketahui olehnya. Setelah di temui salah satu mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan skripsi ini dengan berisial (NY) mengatakan dengan jujur di kosnya lingkungan tato pada hari kamis (16/8/2016) pukuk 15.30 mengatakan bahwa dirinya masih pada tahap proposal dan belum ambil surat penelitian, karena beberapa kendala seperti kurang interaksi dengan dosen itu. Pengakuannya tidak hanya itu saja, tetapi berdasarkan data dugaan yang di rampung oleh inisial (SY) sekitar 17 orang menurutnya itu kemungkinan benar semua, selebihnya tidak tau. "Tuturnya"
Dari beberapa jumlah mereka sejauh ini hanya sebagian yang sudah selesai sampai tahap yudisium, sementara yang lainnya masih membuat proposal dan belum seminar proposal sampai sekarang, karena dirinya masih minim memahami pembuatan proposal.
Inisial (SY) yang merespon dari masalah ini akhirnya melakukan komunikasi terhadap ketua lembaga STKIP Taman Siswa Bima hari kamis (16/8/2018) pukul 12.00 siang melalui WA pribadinya "mengatakan bahwa dirinya akan cari tau informasi ini dan menindak lanjuti dengan tegas jikaulah bukti sudah ada" tuturnya. (SYAR)

Komentar
Posting Komentar